Van Busro Blog

July 25, 2011

blok facebook

Filed under: Uncategorized — vanbusro @ 1:41 am

Saat ini siapa sih yang nggak kenal dengan Facebook?? Situs jejaring yang banyak digunakan oleh orang-orang untuk mencari teman, chatting, dan sebagainya. Namun ternyata situs tersebut juga menjadi hambatan bagi perusahaan untuk melakukan kegiatan bisnisnya. Kenapa?? Salah satu penyebabnya adalah menjadikan para karyawannya sibuk facebook-an, sehingga melupakan tugas-tugas pokoknya. Tidak terkecuali kantor dimana saya bekerja menjadi korban demam facebook yang menjangkiti para karyawannya. Suatu hari saya diminta oleh atasan untuk memblokir situs Facebook agar tidak bisa diakses oleh para karyawan di kantor selama jam kerja, sedangkan diluar jam kerja diijinkan untuk mengakses situs tersebut.

Berhubung saya menggunakan MikroTik sebagai router, maka saya akan berbagi tips pemblokiran ala MikroTik. Berikut ini langkah-langkahnya. Semoga bermanfaat….

Pertama, supaya waktu yang berjalan di router sesuai dengan waktu lokasi setempat, maka kita perlu mengatur agar clock di MikroTik mengacu pada NTP Server. Jika kita memiliki NTP Server sendiri, maka kita tinggal mengarahkan MikroTik ke NTP Server tersebut, namun jika kita tidak memiliki NTP Server, maka tidak perlu khawatir karena banyak NTP Server di luar yang bisa kita gunakan sebagai acuan. Beberapa diantaranya adalah NTP Server milik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dengan URL: ntp.kim.lipi.go.id (203.160.128.6) dan NTP Pool Project dengan salah satu URLnya: 0.id.pool.ntp.org (202.169.224.16). Untuk mensettingnya di MikroTik, ketikkan perintah berikut :

/system ntp client set primary-ntp=203.160.128.6 secondary-ntp=202.169.224.16 \ mode=unicast enabled=yes;

Kedua, membuat rule di firewall filter. Dalam hal ini saya ingin memblokir situs Facebook yang menggunakan port HTTP (80), sehingga selain port tersebut masih diijinkan. Tujuannya agar pengguna masih dapat menerima update status facebook melalui email. Untuk mensettingnya ketikkan perintah berikut :

/ip firewall filter add chain=forward src-address=0.0.0.0/0 protocol=tcp \ dst-port=80 content=”facebook” action=drop comment=”Blokir Akses Facebook”;

Ketiga, membuat script untuk mengaktifkan firewall tersebut selama jam kerja dan mematikannya pada jam istirahat dan diluar jam kerja. Disini saya membuat 3 script, yaitu script untuk mengaktifkan (enable) firewall, script untuk mematikan (disable) firewall serta script untuk dieksekusi pada hari libur (Sabtu-Minggu) dan hari kerja. Berikut ini scriptnya :

Script untuk mematikan (disable) firewall :

/system script add name=”fb-allow” policy=write,read,policy,test,sniff source={/ip firewall filter set [/ip firewall filter find content=”facebook”] disabled=yes}

Script untuk mengaktifkan (enable) firewall :

/system script add name=”fb-deny” policy=write,read,policy,test,sniff source={/ip firewall filter set [/ip firewall filter find content=”facebook”] disabled=no}

Script untuk disable firewall di hari libur dan enable di hari kerja :

/system script add name=”fb-holiday” policy=write,read,policy,test,sniff source={:if ([/system scheduler get [/system scheduler find on-event=”fb-deny”] disabled] = true) do [/system scheduler set [/system scheduler find on-event=”fb-deny”] disabled=no] else [/system scheduler set [/system scheduler find on-event=”fb-deny”] disabled=yes]}

Keempat, membuat schedule untuk menentukan kapan firewall tersebut akan diaktifkan atau dinon-aktifkan. Disini saya membuat 6 scheduler berdasarkan jam kerja dan hari kerja, yaitu jam 08:00, jam 12:00, jam 13:00, jam 17:00, hari sabtu-minggu, dan hari senin. Berikut ini scriptnya :

Schedule untuk mengaktifkan (enable) firewall pada jam kerja (08:00) :

/system scheduler add name=”fb-08:00″ start-date=jan/01/1970 start-time=08:00:00 interval=1d on-event=”fb-deny”

Schedule untuk mematikan (disable) firewall pada jam istirahat (12:00) :

/system scheduler add name=”fb-12:00″ start-date=jan/01/1970 start-time=12:00:00 interval=1d on-event=”fb-allow”

Schedule untuk mengaktifkan kembali (enable) firewall pada jam kerja (13:00) :

/system scheduler add name=”fb-13:00″ start-date=jan/01/1970 start-time=13:00:00 interval=1d on-event=”fb-deny”

Schedule untuk mematikan (disable) firewall di luar jam kerja ke atas ( > 17:00) :

/system scheduler add name=”fb-17:00″ start-date=jan/01/1970 start-time=17:00:00 interval=1d on-event=”fb-allow”

Schedule untuk mematikan (disable) firewall di hari libur (Sabtu-Minggu) :

/system scheduler add name=”fb-sabtu-minggu” start-date=aug/01/2009 start-time=00:00:00 interval=7d on-event=”fb-holiday”

Pastikan bahwa tanggal yang didefinisikan pada parameter “start-date” scheduler adalah Hari Sabtu. Dan parameter “interval” diberi nilai 7d.

Schedule untuk mengaktifkan kembali (enable) firewall di hari kerja (Senin) :

/system scheduler add name=”fb-senin” start-date=aug/03/2009 start-time=00:00:00 interval=7d on-event=”fb-holiday”

Pastikan bahwa tanggal yang didefinisikan pada parameter “start-date” scheduler adalah Hari Senin. Dan parameter “interval” diberi nilai 7d.

March 20, 2011

Seting modem advan DT8-HT di ubuntu 9.10 dan ubuntu 10.4

Filed under: Uncategorized — vanbusro @ 4:02 pm

Oke ketimbang bertele-tele langsu aje nih

1. Insall paket-paket yang di butuhkan seperti :
apt-get install usb-modeswitch libwvstreams4.6-base libwvstreams4.6-extras libuniconf4.6 wvdial

2. Masukan modem di USB .terus buka terminal ketik lsusb “enter “seperti contoh di bawah ni.

root@melengo-laptop:~# lsusb
Bus 003 Device 003: ID 05c6:0015 Qualcomm, Inc.
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 003: ID 04f2:b128 Chicony Electronics Co., Ltd
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

OK lok udah gw jelasin dikit nih di sini yang bercetak tebal di atas tempat Modem usb nya and 05c6 = DefaultVendor dan 0015 = DefaultProduct Yang fungsi nya untuk mengkomfigurassi usb_modeswitch.

Oya pada waktu pengecekan lsusb di terminal jika DefaultVendor = 2000 maka ejek modemnya lalu pasang lagi kemudian cek lagi supaya DefaultVendor = 0015 jika tetap DefaultVendor = 2000 cobak pakek yang itu

Mengkomfigurasi usb_modeswitch caranya di bawah ni nih cui. buka terminal dan edit di bagian /etc/usb_modeswitch.conf Caranya

root@melengo-laptop:~# nano /etc/usb_modeswitch.conf

maka akan tampil kuriang lebih kayak gini nih
# /etc/usb_modeswitch.conf
#
# Last modified: 2009-06-09
#
# Configuration for usb_modeswitch, a mode switching tool for controlling
# flip flop (multiple device) USB gear
#
# Main purpose is to trigger the switching of several known UMTS modems
# from storage device mode (“ZeroCD TM” for use with MS Windows) to modem
# (serial) device mode
#
# Detailed instructions and a friendly forum on the homepage:
# http://www.draisberghof.de/usb_modeswitch
#
# News update: you want to read the paragraph about troubleshooting there
# if you run into problems !!!

# Just set or remove the comment signs ( # and ; ) in order to activate
# your device. (Actual entries are further down, after the reference.)
#
# For custom settings:
# Numbers can be decimal or hexadecimal, MessageStrings MUST be
# hexadecimal without prepended “0x”. Digits 9-16 in the known
# MessageStrings are arbitrary; I set them to “12345678″

# What it all means (short command line flags appended):
#
#
# * DefaultVendor -v
# * DefaultProduct -p
#
# This is the ID the USB device shows after having been plugged in.
# The program needs this; if not found -> no action.
#
#
# * TargetVendor -V
# * TargetProduct -P
#
# These are the IDs of the USB device after successful mode switching.
# They are optional, but I recommend to provide them for better analysis.
# You definitely need them if you enable CheckSuccess (see below)
#
#
# * TargetClass -C
#
# Some weird devices don’t change IDs. They only switch the device class.
# If the device has the target class -> no action (and vice versa)
#
#
# * MessageEndpoint -m
#
# A kind of address inside the interface to which the “message”
# (the sequence that does the actual switching) is directed.
# Starting from version 0.9.7 the MessageEndpoint is autodetected
# if not given
#
#
# * MessageContent -M
#
# A hex string containing the “message” sequence; it will be
# sent as a USB bulk transfer.
#
#
# * ResponseEndpoint -r
# * NeedResponse -n
#
# Some devices were reported to require receiving the response of the
# bulk transfer to do the switching properly. Usually not needed.
# Starting from version 1.0.0 the ResponseEndpoint is autodetected
# if not given
#
#
# * DetachStorageOnly -d
#
# Some devices just need to be detached from the usb-storage
# driver to initiate the mode switching. Using this feature
# instead of removing the whole usbstorage module keeps other
# storage devices working.
#
#
# * HuaweiMode -H
#
# Some Huawei devices can be switched by a special control
# message.
#
#
# * SierraMode -S
#
# Some Sierra devices can be switched by a special control
# message.
#
#
# * SonyMode -O
#
# Some Sony-Ericsson devices can be switched by a special control
# message. This is experimental and might not have a stable result
#
#
# * ResetUSB -R
#
# Some devices need a rougher treatment. If the switching seems
# to do something (run udevmonitor), but your system does not reflect
# it, try this somewhat brutal method to do a reset after switching.
# Mind that if your device switched OK before, this will probably set
# it back to storage mode …
#
#
# * Interface -i
# * Configuration -u
# * AltSetting -a
#
# More USB parameter to help with tricky devices and for doing lots
# of cruel experiments …
#
## Note:
## AltSetting/Configuration changes and ResetUSB are executed after all
## other steps and can be combined or used on their own (e.g. a reset
## might have the same effect as a manual replug)
#
#
# * InquireDevice -I (disables inquiry)
#
# The standard since 1.0.0 is to do a SCSI inquiry on the default device
# before other actions. This might be a future way to identify a device
# without ambiguities. If it causes trouble with your device, just disable.
#
#
# * CheckSuccess -s
#
# Check for successful switch after seconds (to let device
# settle). First, an interface access test: most devices vanish after
# switching and can’t be accessed anymore. Second, a recount of target
# devices: one more than at the first count -> device switched fine. A
# settling time of 2 – 3 seconds is usually enough; your setup may vary
#
#
# -> All other entries are just ignored Run lsusb to note any changes. Bye.

And liaht networknya maka akan tampil New mobail beroadbend (gsm) connection kemudian kelik maka akan tampil Set Up New Mobile Broadband Connection (forwad) pilih negara tempat anda tinggal (forward) pilih provider yang anda gunakan di sana cuman yang tersedia axis,xl,im3,indosat,telkomsel untuk wilayah indonesia sedangkan untuk 3 (tree) belom tersedia tapi bisa kok di pakek tinggal ganti Number = *99# Username = 3gprs Password = 3gprs APN = 3gprs kemudian (Forward) and apply. tinggal konek”s dah. semoga berhasil lok ada pertanyaan komen di bawah nih yah.

sumber : http://melengo.wordpress.com/2010/07/29/seting-modem-advan-dt8-ht-di-ubuntu-9-10/

October 13, 2010

Repository lokal ubuntu maverick

Filed under: Uncategorized — vanbusro @ 1:49 am

sejak diluncurkan tanggal 10 oktober 2010, beberapa server repository di indonesia telah menyediakan mirror untuk ubuntu 10.10. Berikut daftar repository lokal untuk ubuntu 10.10 maverick meerkat

di Buaya
deb http://buaya.klas.or.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://buaya.klas.or.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse

deb http://buaya.klas.or.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://buaya.klas.or.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://buaya.klas.or.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://buaya.klas.or.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

di CBN
deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse

deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

di FOSS-ID
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse

deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

di IndikaNet

deb http://ubuntu.indika.net.id/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://ubuntu.indika.net.id/ maverick main restricted universe multiverse

deb http://ubuntu.indika.net.id/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://ubuntu.indika.net.id/ maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://ubuntu.indika.net.id/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://ubuntu.indika.net.id/ maverick-security main restricted universe multiverse

di ITB

deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse

deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse

deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

di ITS

deb http://mirror.its.ac.id/pub/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.its.ac.id/pub/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse

deb http://mirror.its.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.its.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://mirror.its.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.its.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

di Si Komo

deb http://komo.vlsm.org/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://komo.vlsm.org/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse

deb http://komo.vlsm.org/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://komo.vlsm.org/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://komo.vlsm.org/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://komo.vlsm.org/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

di Undip

deb http://jaran.undip.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://jaran.undip.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse

deb http://jaran.undip.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://jaran.undip.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://jaran.undip.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://jaran.undip.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

di UGM

deb http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse

deb http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

di UI

deb http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

di UMS

deb http://mugos.ums.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://mugos.ums.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse

deb http://mugos.ums.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://mugos.ums.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://mugos.ums.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://mugos.ums.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

di Unej

deb http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse

deb http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

disadur dari http://pemakailinux.wordpress.com/2010/09/11/daftar-repository-lokal-buat-ubuntu-10-10-maverick-meerkat/

September 16, 2010

Sabily 10.10 codename: “Al-Quds”

Filed under: Uncategorized — vanbusro @ 3:20 pm

The poll has been closed, thanks to all participants.

Sabily 10.10 will be named “Al-Quds”.

Berhemat Dengan XP Thin Client di Pclinuxos

Filed under: Uncategorized — vanbusro @ 3:16 pm


1.siapkan cemilan dan minuman ringan , karena proses ini akan memakan waktu.

2. Tulisan ini di dedikasikan untuk kemajuan Linux di indonesia.

3. Dipersilahkan mengcopy atau memeperbanyak tulisan ini tanpa seijin saya demi kemajuan Linux di Indonesia.

Jika anda mempunyai satu komputer windows XP Profesional (SP2) dalam satu jaringan bersama dengan komputer PCLinuxOS, maka tiap komputer PCLinuxOS dalam jaringan tersebut akan dapat menggunakan windows XP beserta semua aplikasi di dalamnya (misalkan: Ms Office, Internet Explorer, Game Online dan lain-lain) tanpa menginstal apapun pada komputer PCLinuxOS. Menarik bukan? ok persiapannya kita mulai

Contoh:

Dalam satu office, terdapat 5 komputer PCLinuxOS dan 1 Komputer XP Pro (SP2), maka semua komputer PCLinuxOS akan dapat menggunakan Windows XP Pro tersebut pada waktu bersamaan dan dapat menggunakan semua aplikasi-aplikasi yang terinstall dalam Windows XP tersebut.

Pada mode full screen, desktop pada layar PCLinuxOS akan berganti menjadi desktop windows XP, sehingga pemakainya akan serasa menggunakan windows XP.

Proses komputasi tetap dilakukan pada komputer windows XP, sedangkan komputer PCLinuxOS hanya akan berfungsi sebagai desktop interface (tampilan), oleh karena itu banyaknya user yang sanggup dilayani oleh komputer windows XP tentunya akan sangat tergantung pada kapasitas memory dan kekuatan processor pada komputer windows XP.

Untuk melakukan ini, ada 2 tahap yang harus dilakukan, (1) yaitu persiapan seting pada sisi komputer windows XP dan (2) Perintah pada komputer PCLinuxOS.

Misal, untuk jaringan yang terdapat 1 unit komputer XP dan 2 unit Komputer PCLinuxOS, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah sbb:

Set IP komputer windows XP menjadi 192.168.0.3 / subnet 255.255.255.0
Set IP pada komputer PCLinuxOS:
PCLinuxOS1 IP 192.168.0.1 / subnet 255.255.255.0
PCLinuxOS2 IP 192.168.0.2 / subnet 255.255.255.0

Catatan: Penomeran IP ini bebas terserah anda.

Cek apakah kedua komputer PCLinuxOS telah dapat berkomunikasi dengan komputer XP dengan cara

Pada komputer PCLinuxOS1 klik Menu – System Tools – Terminal kemudian ketik:

ping 192.168.0.3 (enter)

Jika ada replay berarti komputer PCLinuxOS tersebut sudah mampu berkomunikasi dengan komputer windows XP. Pada komputer PCLinuxOS2 lakukan hal yang sama.

1. Persiapan Pada Komputer Windows XP Pro (SP2)

– Download patch di:

sini
atau
disono
atau
Termiserv_XPSP2_i386_1.0.zip

– Install patch tersebut dalam safe mode, caranya adalah sbb: Nyalakan komputer windows XP, sewaktu akan booting tekan tombol F8 secara terus menerus, kemudian pilihlah Safe Mode. lalu install patch tersebut. Patch ini berguna untuk membolehkan beberapa user login dalam satu komputer XP secara bersamaan.

– Buatlah beberapa user sebanyak komputer Pinux yang ada dalam jaringan dengan type limited user. Maksud dari limited user ini adalah masing-masing user mempunyai setting/profil dan folder document sendiri-sendiri tidak bercampur sehingga tidak akan saling mengganggu.

Start – Control Panel – User Account

Lalu buatlah 2 user sbb:

login: user01
Password: pass01

dan

login: user02
Password: pass02

Catatan: Nama login ini bebas terserah anda.

– Jalankan Fast User Switching: Control Panel – User Account – Change the way users log on or off pilih: Fast User Switching.

– Klik kanan pada icon My Computer di desktop pilih Properties kemudian pilih tab Remote
Centanglah ‘Allow users to connect remotely to this computer’ seperti tampak pada gambar berikut:

1 Kemudian klik ‘Select Remote Users’ dan isikan userid user-user yang telah anda buat sebelumnya:

2 Pada contoh diatas ada 50 user PCLinuxOS pada satu windows xp pro (menggunakan userid xp01 s/d xp50).

Sampai dengan di sini komputer XP-pro anda sudah siap digunakan untuk login secara simultan.

2. Perintah Pada Komputer PCLinuxOS
Jika seting pada komputer windows XP telah siap, maka yang perlu dilakukan pada komputer PCLinuxOS adalah sbb:
– Klik Menu – System Tools – Terminal
– Misal jika akan login ke komputer windows XP yang pada contoh ber-IP 192.168.0.3 dengan menggunakan user pada windows XP dengan login ‘user01′ dan password ‘pass01′ maka ketik sbb:

rdesktop -a 16 -u user01 -p pass01 192.168.0.3 &

Untuk secara fullscreen:

rdesktop -f -a 16 -u user01 -p pass01 192.168.0.3 &

Jika anda mengalami kesulitan dalam mengetikan perintah tersedia tools yang relatif lebih mudah untuk digunakan, yaitu klik: Menu – System Tools – Desktop Connection, kemudikan isikan IP komputer windows XP (pada contoh diatas 192.168.0.3) lalu klik tombol Execute.

Membuat Shortcut untuk Login ke XP

Anda dapat menambahkan suatu shortcut di desktop PCLinuxOS anda sehingga user PCLinuxOS tinggal mengklik shortcut jika akan login ke windows. Caranya adalah sbb:

Klik kanan pada desktop PCLinuxOS – pilih New Launcher isikan sbb:

Name: Windows XP
Generik Name: Windows XP
Comment: Login to windows XP
Command: rdesktop -f -a 16 -u user01 -p pass01 192.168.0.3 &
Type: Application
Icon: Pilih icon sesuai selera anda
Run in terminal tidak perlu di centang
Lalu tekan tombol OK

Jika kesulitan anda bisa mendownload shortcut dibawah ini:

menuxp.tar.gz

Keistimewan shortcut ini adalah: Sound pada XP bisa terdengar di PCLinuxOS.
Shortcut ini untuk memudahkan login ke XP. Jadi tidak perlu
untuk mengetik perintah panjang seperti diatas setiap kali akan login.
Shortcut ini mempunyai icon tampak seperti pada gambar di bawah.

Cara install shortcut:

– Login sebagai root
– Copykan file menuxp.tar.gz ke /root
– Buka terminal: Start – System Tools – Terminal
– Ketik:

tar -zxvf menuxp.tar.gz
cd menuxp
chmod a+x install
./install

– Setelah proses install selesai, isikan data IP komputer XP, username/password
yang telah dicreate di XP pada file /usr/bin/windoz dengan mengetik:

pico -w /usr/bin/windoz

untuk menyimpan file tekan CTRL-X lalu jawab Y lalu ENTER.

Membuat PCLinuxOS Otomatis Login pada windows XP

Selain dengan shortcut, anda juga dapat membuat komputer PCLinuxOS secara otomatis login ke komputer windows XP dengan cara:

– Pada komputer Pinux, klik Menu – Preferences – More Preferences – Sessions

– Klik tab ‘Startup Programs‘

– Klik tombol ‘add button’. Ketik perintah, contoh:

rdesktop -f -a 16 -u user01 -p pass01 192.168.0.3 &

– OK – Close.

Jangan lupa untuk melakukan penguncian ulang dengan perintah pinuxuserlock jika konfigurasi user yg anda modifikasi tersebut sebelum dalam keadaan terkunci (locked) sehingga seting ini akan tersimpan secara permanen oleh Pinux.

Berikut ini tampilan PClinuxOS kami, yg telah ditambahkan icon untuk login ke XP pro secara cepat:

di oprek dari tutorial pinux

Thx for founder pinux om KRISNA

Class Room LTSP with Edubuntu

Filed under: Uncategorized — vanbusro @ 1:39 pm

LTSP with edubuntu 6.06 is as easy as 1,2,3!

Literally it is! with 3 easy steps I’ve got some of the computer of at my Lab up and booting the edubuntu 6.06 server. Some….? Well.. actually there was some problem booting the older Pentium 2 computers. I’ve got an error that says that the client can’t find the PXE Server. I’ll discuss those later at the troubleshooting section of this story of my edubuntu way to ltsp glory…

Here we go, I start my first step with configuring the /etc/ltsp/dhcp.conf to suite my current network

$sudo gedit /etc/ltsp/dhcp.conf

Assuming that the server’s ip address is 197.168.7.1

authoritative;

subnet 192.168.7.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.7.220 192.168.7.250;
option domain-name “lab.stsn.ac.id”;
option domain-name-servers 192.168.7.1;
option broadcast-address 192.168.7.255;
option routers 192.168.7.1;

option subnet-mask 255.255.255.0;

filename “/ltsp/pxelinux.0″;
option root-path “/opt/ltsp/i386″;
}

Second step, start my dhcp server

$sudo /etc/init.d/dhcp start

And then the Third one is the last step :
Set your clients to boot from the network, this can be done in two ways : change the BIOS settings to make the client boot from the net, almost every new computers that have an on-board network interface support this feature. Or for a computer or network interface that doesn’t support network boot, you can build a startup disk to boot ltsp client’s, here is a great site for creating a boot image http://rom-o-matic.net

That’s it !?!

Well… I wish it was my last step that night, but faith took me the other way, the new AMD Sempron 3000+ computers boot right away without any problem but my lab only had 4 of those and the others are old compaq intel pentium2 PC’s that are unused coz the just can’t take life as a today computer :( . And in my case the trouble is to boot the PXE server with them even tough they can automatically detect the dhcp server.

I’ve found a great thread at the ubuntu community forum that discuss this matter and found out that the old version of intel LANdesk Service Agent II firmware 0.99 caused this problem. And heres another good link : http://syslinux.zytor.com/hardware.php#network.

These are the steps that i went through :

  • Step 1: Edit /etc/inetd.conf. Since I already installed and configured the Ubuntu ltsp server packages, then I have a line for tftp there. Add “-r blksize” to the end of this line, save and exit. NB Do not waste your time with /etc/default/tftpd-hpa – this has no effect on the running of the service as it is started by inetd.
  • Step 2:Edit /etc/sysctl.conf. Add the line “net/ipv4/ip_no_pmtu_disc=1″save, exit and reboot.

Then those pentium II zombies came to life!!!!

Credits to steps above goes all to v4169sgr, the guy who had a hard time finding this solution :)

After all clients are up and running i had another problem! I can’t login with the username and password that i made from the administration panel!!!

Later i found out that the ltsp system was located at /opt/ltsp/*architecture*/ then I do these steps :

$ sudo chroot /opt/ltsp/*architecture*/
$ sudo adduser *username*

note that you have to have make the same username both from the administrator control panel and from the steps above.

From then my Lab runs edubuntu LTSP without any trouble at all!

My second attempt to install edubuntu 6.06 is at a cyber cafe, and all that I’ve done is just those three easy steps i’ve mentioned earlier! nothing more! I didn’t encounter any of the trouble I’ve found earlier at my Lab! I’ve set up the cyber cafe into a edubuntu ltsp network in under half an hour! All of the clients were IBM Netvista’s with intel P3-800Mhz 128 Mb SDRAM that is slow like hell when it runs on Windows , but now they run as fast as the server!

In my opinion Edubuntu’s LTSP can be the solution for schools or labs or library’s that are searching for a cheap but powerful solution to aid their need for IT education, besides the easiness of the LTSP I havent found any linux distribution with an education application suite that are as good as Edubuntu’s.

Salam.

sumber http://yogharp.wordpress.com/2007/03/01/class-room-ltsp-with-edubuntu/

August 17, 2010

Ubah repository ubuntu 10.04 ke server lokal

Filed under: Uncategorized — vanbusro @ 3:05 am

masuk pada terminal

  1. ubah menjadi root dengan perintah sudo -i
  2. copy terlebih dahulu repository awal, takutnya salah edit. menggunakan perintah                                                                              cp /etc/apt/sources.list /etc/apt/sources.asli
  3. edit konfigurasi source list menggunakan gedit /etc/apt/sources.list
  4. hapus semua yang ada (aslinya kan udah dicopy) lalu tambahkan
    deb http://opensource.telkomspeedy.com:5432/ubuntu lucid main restricted universe multiverse
    deb http://opensource.telkomspeedy.com:5432/ubuntu lucid-updates main restricted universe multiverse
    deb http://opensource.telkomspeedy.com:5432/ubuntu lucid-security main restricted universe multiverse                                    
  5. lalu simpan perubahan tersebut (file->save), dan keluar (file->quit)
  6. lalu pada terminal ketikan perintah apt-get update                                                                                                                                        
  7. selesai, masih banyak server lokal yang lain. saya menggunakan opensources speedy karena kebetulan dirumah menggunakan koneksi speedy

disadur dari berbagai sumber

    Install Grub menggunakan live CD ubuntu 10.04

    Filed under: Uncategorized — vanbusro @ 2:37 am

    Apabila telah install win 7 atau win xp (biasanya karena virus atu yang lain2, hehe), biasanya linux kita
    hilang. padahal yang hilang hanya menu bootloader yang tertimpa bootloader punya windows cara
    mengembalikannya
    1. Gunakan CD installasi Ubuntu 10.04 dan fungsikan sebagai live CD
    2. Setelah proses booting selesai masuk pada terminal
    3. ketikan perintah sudo fdisk -l maka akan tampil
    Device Boot      Start              End      Blocks        Id          System
    /dev/sda1               1             2432    19530752   83          Linux
    /dev/sda2            2432         2675     1951745       5           Extended
    /dev/sda3   *        2675        2688      102400       7          HPFS/NTFS
    /dev/sda4            2688       14594    95631360     7          HPFS/NTFS
    /dev/sda5            2432          2675     1951744     82         Linux swap / Solaris
    4. pasang partisi yang dipakai untuk root linux (pada contoh diatas sda1) dengan perintah
    sudo mount /dev/sda1 /mnt/
    5. lalu tinggal ketikan perintah untuk install ulang loader linuxnya
    sudo grub-install –root-directory=/mnt/ /dev/sda
    6. lalu tinggal restart komputer dengan perintah
    sudo reboot

    disadur dari http://ubuntuguide.net/how-to-restore-grub-2-after-reinstalling-windows-xpvistawin7

    apabila ada masukan atau perbaikan silahkan

    February 12, 2010

    Islamic Calendar

    Filed under: Uncategorized — vanbusro @ 12:48 pm

    Islamic Hijri Calendar

    Filed under: Uncategorized — vanbusro @ 12:36 pm

    Islamic Calendar Widgets by Alhabib
    Free Hijri Date

    Next Page »